Menggugat Realitas

Apakah relitas itu sesuatu yang apa adanya? ataukah hasil refleksi pemikiran manusia atas sesuatu yang dialaminya/dirasakannya?

Menilik penyataan “aku berpikir maka aku ada”, maka realitas adalah gambaran yang dikonstuksi oleh pikiran manusia. Ini gaya berpikir pengikur Weber.

Sementara pengikut Durkheim mengatakan “manusia dibentuk oleh lingkungan” yang artinya realitas itu yang membentuk pikiran manusia.

Meskipun tampak berbeda, keduanya sama-sama subyektif bila kita bertanya “realitas” kepada manusia. karena manusia akan menjawab realitas seperti yang ada dalam pikiran manusia (entah pikiran yang membentuk realitas atau realitas yang membentuk realitas).

Sementara realitas yang riil berada “di luar pikiran”. Tak ada yang bisa menyentuh realitas yang riil bila berdasar pikiran manusia. Kecuali: Dihimpun realitas-realitas yang ada dalam pikiran (dibentuk dan membentu) manusia (Weberian) untuk membuat gambaran realitas yang utuh.

Pertanyaan selanjutnya, manusia mana yang mampu menyusun dengan sepenuhnya meninggalkanpemahaman tentang realitas yang sudah ada dalam pikirannya.

Inilah pertanyaan eksistensi manusia, hakikat manusia dari sudut pandang “realitas otentik”

Masih banyak pertanyaan lainya.

Darimana datangnya nalar manusia? muncul sendiri atau dibentuk oleh lingkungan?

Bagaimana dengan insting? apakah sama insting binatang dengan insting manusia?

Apa maksudnya komunikasi? bagaimana manusia membuat standar komunikasi antar manusia?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s